JEJAK LANGKAH!
Hujan Bulan Junioleh Sapardi Djoko Damono, 1989.
tak ada yang lebih tabahdari hujan bulan junidirahasiakannya rintik rindunyakepada pohon berbunga itu
tak ada yang lebih bijakdari hujan bulan junidihapusnya jejak-jejak kakinyayang ragu-ragu di jalan itu
tak ada yang lebih arifdari hujan bulan junidibiarkannya yang tak terucapkandiserap akar pohon bunga itu
(Hujan Bulan Juni – hal. 90)
Malam ini… langit kembali menurunkan hujan Bulan Juninya..Ia hadir hampir di sepanjang waktu membasahi tiap-tiap daun di taman itu, hingga akhirnya diri ini pun kuyub juga. Apa ini pertanda rindu itu kini telah tersampaikan?

Hujan Bulan Juni
oleh Sapardi Djoko Damono, 1989.

tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu

(Hujan Bulan Juni – hal. 90)

Malam ini… langit kembali menurunkan hujan Bulan Juninya..
Ia hadir hampir di sepanjang waktu membasahi tiap-tiap daun di taman itu, hingga akhirnya diri ini pun kuyub juga. Apa ini pertanda rindu itu kini telah tersampaikan?

  1. qurniawati28 reblogged this from marceltirawan
  2. phiphit reblogged this from marceltirawan
  3. rubhiaulia reblogged this from oktavioni
  4. oktavioni reblogged this from marceltirawan
  5. fake-adlib reblogged this from marceltirawan
  6. isqimokta reblogged this from marceltirawan
  7. marceltirawan posted this